14. Siapkan Dana Darurat
Bagian dari cara mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih baik adalah dengan menyisihkan uang tunai untuk kejadian tak terduga.
Hal ini seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau mobil rusak.
“Setiap orang membutuhkan pot (uang) darurat untuk pengeluaran 3 sampai 6 bulan,” kata David.
Cara terbaik untuk menghasilkannya adalah dengan memasukkan dana darurat ke dalam anggaran.
Wendy merekomendasikan untuk menyisihkan setidaknya 10% dari pendapatan untuk tabungan darurat ini setiap bulannya.
15. Lunasi Utang
Memiliki utang dapat menghalangi pencapaian tujuan keuangan, dan tidak mencicilnya adalah seperti menabung kerugian yang besar.
“Saya tidak ingin klien saya menanggung utang apa pun kecuali properti,” kata Wendy.
Karena sebagian besar utang menimbulkan bunga, menjadi bebas utang bisa menjadi proses yang panjang jika hanya melakukan pembayaran minimum.
Sebisa mungkin, terlepas dari kartu kredit dan beralih untuk mengelola uang sendiri untuk menghindari utang.
16. Jadwalkan Laporan Kemajuan dengan Rutin
Dapat mengelola keuangan rumah tangga agar tidak boros merupakan proses yang berkelanjutan.
“Sering kali, klien berpikir mereka melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi bagaimana kiat menilainya?” kata David.
Menjadwalkan laporan regular sepanjang tahun akan mengevaluasi situasi keuangan.
Moms harus selalu mengetahui pendapatan, tabungan, pengeluaran, dan kekayaan bersih dalam rumah tangga.
Keseluruhannya dapat menjadi indikator sukses tidaknya pengelolaan keuangan.
Di luar keempat angka tersebut, gunakan check-in untuk menentukan kemajuan apa yang telah dicapai menuju tujuan keuangan.
Selain itu, ketahui apakah ada item anggaran yang perlu disesuaikan untuk memiliki perbaikan di masa depan.
Tambah komentar