3. Kisah seorang ibu yang meninggal bersama anak di gendongannya

Naluri ibu untuk melindungi buah hatinya dengan segenap nyawa benar-benar dibuktikan. Hal ini dialami oleh seorang warga dari Dusun Curah Kobokan, Desa Penanggal, Kecamatan Pronojiwo Lumajang.
Saat tim relawan melakukan penyusuran di lokasi, mereka melihat telapak tangan manusia di permukaan tumpukan lumpur. Saat digali, mereka menemukan empat jenazah termasuk perempuan yang menggendong anak kecil dalam pelukannya, dan sudah tidak bernyawa.
4. Suami istri yang terpisah selama 24 jam

Rasa panik akibat erupsi yang terjadi membuat semua orang berusaha menyelamatkan dirinya sampai banyak yang terpisah dari anggota keluarganya.
Sepasang suami istri menangis saat bertemu kembali, rupanya mereka terpisah selama 24 jam. Pasutri itu terpisah saat melarikan diri dari rumah yang terdampak abu vulkanik suhu panas.
Dijelaskan dalam video, pasangan tersebut sudah 24 jam terpisah tanpa komunikasi apapun setelah kejadian. Satu sama lain sempat mengira tidak selamat dari bencana, namun takdir akhirnya menyatukan mereka kembali dalam sebuah pertemuan yang mengharukan.
“Terpisah 24 jam tanpa komunikasi. Mengira satu sama lain tidak selamat dari bencana, tapi takdir akhirnya berhasil pertemukan kembali dipengungsian,” tulis pemilik akun dalam video.
Pada video tersebut terlihat pasangan suami istri yang menangis haru dan berpelukan satu sama lain setelah terpisah saat bencana.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa kondisi saat kejadian adalah pukul 16.00 WIB. Di mana dalam tragedi itu, ada yang kehilangan anak, suami, bahkan istri. Mereka semua panik berhamburan menyelamatkan diri.
Tambah komentar