5 Cerita Paling Meneteskan Air Mata dari Erupsi Gunung Semeru, Berlari Sejauh 13 Kilometer hingga Selamatkan Anak di Dalam Jas Hujan

Artikel Terkait

Jelang akhir tahun Indonesia kembali diguncang bencana. Tak hanya banjir di sejumlah daerah, namun Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Hingga kini, Erupsi Gunung Semeru merenggut 34 korban jiwa, bahkan dilaporkan 16 orang masih hilang dan dalam proses pencarian.

Ribuan warga juga terpaksa harus mengungsi karena rumah yang mereka tempati di bawah kaki gunung rusak akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi. Tak sedikit pula yang rumah dan harta bendanya hancur tak tersisa.

Namun di balik perjuangan para pengungsi erupsi Gunung Semeru, terdapat sejumlah kisah pilu yang membuat kita meneteskan air mata, tak hanya cerita Rumini, ada sejumlah cerita lainnya yang kami rangkumkan untuk Sahabat Fimela di rumah. Simak kisahnya berikut ini.

1. Rumini dan neneknya ditemukan meninggal saling berpelukan

Gunung Semeru menjulang di atas rumah-rumah yang rusak akibat letusannya pada Sabtu, di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021).

Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal hingga Rabu pukul 10.30 WIB hari ini berjumlah 41 orang dan 12 orang dalam proses pencarian.

Kisah pertama yang viral di jagat maya adalah cerita Rumini perempuan 28 tahun yang meninggal bersama sang nenek, Rumanah berusia 70 tahun. Keduanya adalah warga Desa Curah Kobokan, kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur.

Keduanya ditemukan meninggal dalam posisi berpelukan, akibat tak bisa menyelamatkan diri. Salamah adalah adik ipar Legiman yang jadi saksi kejadian tersebut. Ia menceritakan jika ketika Gunung Semeru meletus, semua orang berlari menyelamatkan diri.

Namun, Salamah tak bisa berjalan karena faktor usia. Rumini pun tak tega meninggalkan neneknya. Hingga akhirnya, keduanya meninggal bersama dan ditemukan oleh petugas pencarian korban erupsi, di mana keduanya saling berpelukan dan sudah tidak bernyawa.

2. Ibu yang berlumuran debu erupsi berhasil selamatkan sang anak

Warga melihat jembatan yang rusak akibat abu vulkanik pascaerupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, 5 Desember 2021. Sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 69 mengalami luka-luka akibat erupsi Gunung Semeru.

Kisah ini viral melalui unggahan TikTok @klomank_ml yang memperlihatkan seorang ibu menggunakan jas hujan, dengan tubuh dan wajah berlumuran debu erupsi. Ibu tersebut mengendarai motor menyelamatkan diri dan di dalam jas hujan ia melindungi buah hatinya.

Ibu tersebut berhasil menyelamatykan diri dari erupsi dan singgah di sebuah rumah untuk meminta air guna membasuh wajahnya yang sudah tertutup debu. Anaknya berhasil selamat dan terlindungi dari debu vulkanik.

Seperti yang diketahui jika abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan. Bahkan saat terkena mata rasanya sangat perih, kegigihannya menyelamatkan buah hatinya berbuah manis, keduanya selamat dari erupsi Gunung semeru.

Artikel Terbaru

Trending Now...