Seserahan Wajib Dalam Sangjit – Sangjit adalah salah satu prosesi penting dalam adat pernikahan Tionghoa. Dalam tradisi ini, pihak keluarga pria datang ke rumah keluarga wanita untuk menyerahkan berbagai jenis seserahan sebagai simbol keseriusan dan kesiapan menikah.
Acara sangjit biasanya dilakukan setelah lamaran dan sebelum hari pernikahan. Meskipun terkesan seremonial, setiap elemen dalam sangjit memiliki makna mendalam yang mengakar pada budaya Tionghoa.
Untuk kamu yang ingin memahami lebih jauh apa saja isi seserahan sangjit yang wajib dibawa serta makna filosofis di baliknya, artikel ini akan membahas secara lengkap, informatif, dan mudah dipahami.
Apa Itu Sangjit?
Sangjit (atau dalam dialek Hokkian disebut “siong ji”) berasal dari kata ‘siong’ (memberi) dan ‘jit’ (hari), yang berarti ‘hari pemberian’. Sangjit adalah momen di mana keluarga pria datang membawa seserahan dalam baki merah untuk diserahkan kepada keluarga wanita sebagai simbol bahwa sang pria serius ingin meminang dan bertanggung jawab atas hidup calon istrinya.
Acara ini bukan hanya simbol perjodohan, tapi juga sebagai proses penyatuan dua keluarga besar. Prosesnya bisa berbeda tergantung daerah dan latar belakang keluarga, namun esensinya tetap sama: penghormatan, simbol keberkahan, dan penyatuan budaya.
Etika Umum dalam Sangjit
Sebelum masuk ke daftar seserahan, berikut adalah etika dasar dalam sangjit:
- Jumlah baki seserahan harus genap, misalnya 6, 8, atau 12.
- Semua baki dibawa oleh keluarga pria, lalu beberapa akan dikembalikan oleh keluarga wanita sebagai simbol saling memberi.
- Warna merah sangat dominan karena melambangkan keberuntungan.
- Waktu dan tanggal sangjit dipilih berdasarkan perhitungan feng shui atau tanggal baik menurut kalender Tionghoa.
Inilah 10 Macam Seserahan Wajib Dalam Sangjit
1. Uang Pemberian (Angpao Seserahan)
Angpao adalah Seserahan Wajib Dalam Sangjit yang merupakan simbol utama dari sangjit. Biasanya dibagi menjadi dua:
- Uang Seserahan: sebagai bentuk komitmen finansial dari pihak pria kepada pihak wanita.
- Uang Pelengkap (Uang Pesta atau Uang Keluarga): digunakan untuk membantu biaya pernikahan.
Makna: Komitmen, tanggung jawab, dan kesiapan finansial sang pria. Biasanya dimasukkan ke dalam kotak merah atau amplop emas merah.
2. Perhiasan untuk Calon Pengantin Wanita
Set perhiasan seperti kalung, cincin, gelang, atau anting menjadi simbol kemakmuran dan keindahan. Dalam beberapa keluarga, perhiasan ini diberikan langsung oleh ibu dari pihak pria ke calon menantu.
Makna: Perlambang kemewahan, kecantikan, dan status sosial. Juga menunjukkan kesiapan pihak pria memuliakan istrinya.
3. Kain atau Baju (Cheongsam atau Kebaya)
Pakaian ini bisa berupa kain sutra, kebaya, atau cheongsam yang akan digunakan calon pengantin wanita saat pernikahan atau tea pai (upacara minum teh).
Makna: Harapan bahwa calon pengantin akan selalu berpakaian indah dan hidup dalam kemakmuran.
4. Sepatu atau Alas Kaki
Walaupun terkesan sederhana, alas kaki atau sepatu dalam seserahan memiliki makna yang dalam.
Makna: Simbol bahwa calon pengantin wanita siap untuk “melangkah” ke babak baru dalam hidupnya bersama sang pria.
5. Kue Mangkok Merah (Kue Ku atau Bakpao Merah)
Kue-kue ini biasanya dalam jumlah genap dan disusun dalam wadah merah.
Makna: Simbol keberuntungan, kesuburan, dan kebahagiaan. Warnanya yang merah menyiratkan harapan baik dan kehidupan rumah tangga yang manis.
6. Buah-buahan (Biasanya Apel dan Jeruk Mandarin)
Buah yang disertakan biasanya berjumlah genap dan dipilih karena maknanya yang positif.
- Apel: Simbol perdamaian dan keharmonisan.
- Jeruk Mandarin: Simbol kemakmuran dan rezeki yang berlimpah.
Makna: Doa agar kehidupan rumah tangga pasangan selalu seimbang, harmonis, dan berkelimpahan.
7. Makanan Kaleng atau Makanan Kering
Misalnya abalon, jamur hitam, sarang burung, atau makanan kaleng seperti keju dan biskuit impor.
Makna: Simbol rezeki yang melimpah, kemapanan, dan stabilitas ekonomi keluarga.
8. Manisan dan Permen
Biasanya berupa permen dalam toples cantik, atau manisan tradisional yang dikenal dengan istilah “tang”.
Makna: Harapan agar rumah tangga selalu manis, penuh cinta, dan jauh dari konflik.
9. Seperangkat Peralatan Makeup dan Toiletries
Berisi perlengkapan mandi, makeup, hingga parfum. Diletakkan dalam kemasan cantik berwarna merah atau emas.
Makna: Simbol bahwa sang pria ingin istrinya selalu tampil bersih, rapi, dan menarik.
10. Sirup Merah atau Minuman Beralkohol (Opsional)
Beberapa keluarga juga membawa sirup, anggur merah, atau minuman beralkohol seperti wine untuk simbol perayaan.
Makna: Menandakan suka cita, perayaan, dan keberanian memulai hidup baru.
Apakah Semua Harus Ada?
Jawabannya: tidak harus. Banyak keluarga kini menyesuaikan isi seserahan dengan kondisi finansial atau prinsip hidup mereka. Yang paling penting adalah komunikasi antara kedua belah pihak agar tidak ada kesalahpahaman.
Sebagian keluarga memilih untuk mengurangi isi seserahan demi kesederhanaan, tapi tetap mempertahankan makna simbolis. Beberapa pasangan juga memilih mengganti makanan kaleng dengan produk lokal atau buah-buahan musiman untuk mendukung UMKM.
Tata Cara Penyerahan Seserahan
Setelah memahami penjelasan tentang Seserahan Wajib Dalam Sangjit. Saatnya kamu mengetahui tata cara penyerahan seserahan.
💠 1. Pemilihan Hari Baik (Tanggal Sangjit)
-
Hari Sangjit biasanya dipilih berdasarkan kalender lunar Tionghoa atau perhitungan feng shui.
-
Tanggal ini disesuaikan agar memberi keberuntungan dan harmoni bagi kedua belah pihak.
💠 2. Persiapan Baki Seserahan
-
Baki atau nampan seserahan dihias dengan dominan warna merah dan emas, lambang keberuntungan dan kebahagiaan.
-
Jumlah baki genap: biasanya 6, 8, atau 12.
-
Tiap baki diisi dengan item bermakna simbolik (uang, perhiasan, buah, kue, pakaian, dll).
💠 3. Rombongan Pihak Pria Datang
-
Rombongan keluarga pria datang ke rumah mempelai wanita dengan membawa baki seserahan.
-
Umumnya, wanita-wanita muda dari pihak pria membawa baki—dipilih yang belum menikah untuk dipercaya membawa keberuntungan.
-
Pihak pria membawa sejumlah anggota keluarga yang mewakili orang tua, saudara, dan tokoh penting.
💠 4. Penyambutan oleh Keluarga Wanita
-
Pihak wanita menyambut rombongan pria.
-
Wanita-wanita muda dari keluarga wanita menyambut para pembawa baki dan menerima baki dengan senyum dan sikap hormat.
-
Dalam versi modern, kadang disambut dengan prosesi musik tradisional Tionghoa.
💠 5. Penyerahan dan Penempatan Baki
-
Semua baki seserahan diletakkan di meja utama atau tempat yang sudah disiapkan.
-
Pihak keluarga pria menjelaskan isi dan makna dari masing-masing baki (bisa langsung atau diwakilkan MC).
💠 6. Simbolik Pemasangan Perhiasan
-
Orang tua laki-laki (biasanya ibu) akan memasangkan perhiasan seperti kalung atau gelang ke calon pengantin wanita.
-
Momen ini menjadi simbol penerimaan dan penghormatan dari keluarga pria kepada mempelai wanita.
💠 7. Balasan dari Pihak Wanita
-
Pihak keluarga wanita akan mengembalikan sebagian isi seserahan, biasanya:\n – Sebagian dari makanan, buah, atau kue\n – Kadang 1–2 baki dikembalikan utuh sebagai simbol penghargaan dan saling memberi
-
Proses ini melambangkan kerendahan hati dan penghormatan balik dari keluarga wanita.
💠 8. Pertemuan dan Ramah Tamah Keluarga
-
Setelah penyerahan, biasanya dilanjutkan dengan sesi bincang ringan antara orang tua dan kerabat dekat dari kedua pihak.
-
Bisa juga dibacakan pengumuman tanggal pernikahan (jika belum diumumkan).
💠 9. Santap Bersama
-
Acara Sangjit ditutup dengan makan bersama—entah makan siang sederhana atau hidangan spesial.
-
Makan bersama melambangkan kehangatan dan penyatuan dua keluarga.
💠 10. Dokumentasi dan Penutupan
-
Di era modern, momen ini biasanya didokumentasikan oleh fotografer profesional.
-
Setelah semua prosesi selesai, rombongan pihak pria mohon pamit.
✨ Catatan Tambahan:
-
Pada beberapa tradisi keluarga, Sangjit juga digunakan sebagai waktu pembicaraan detail acara pernikahan, termasuk lokasi, adat yang akan dijalankan, jumlah tamu, hingga pembagian tanggung jawab.
-
Calon pengantin bisa berpakaian tradisional seperti cheongsam atau kebaya modifikasi merah, sesuai selera keluarga.
🎁 Tips Menyusun Seserahan Sangjit: Estetik, Tertata, dan Penuh Makna
Prosesi Sangjit dalam budaya Tionghoa bukan hanya seremonial simbolik, tapi juga sarat makna, nilai kekeluargaan, dan harapan baik untuk kehidupan rumah tangga calon pengantin. Salah satu elemen paling penting dalam Sangjit adalah penyusunan seserahan itu sendiri. Dari jumlah baki, jenis isi, hingga urutan dan hiasannya—semua harus dirancang dengan hati-hati dan penuh pertimbangan.
✨ 1. Tentukan Jumlah dan Jenis Baki
Jumlah baki seserahan selalu genap karena angka genap melambangkan keberuntungan dan keseimbangan. Umumnya digunakan 6, 8, 10, atau 12 baki.
Contoh pembagian baki seserahan:
-
Uang seserahan dan uang pesta
-
Perhiasan
-
Kue mangkok merah / kue ku
-
Buah-buahan (jeruk & apel)
-
Kain / pakaian / sepatu
-
Makanan kaleng atau bahan makanan kering
-
Manisan & permen
-
Peralatan mandi dan kosmetik
-
Sirup atau anggur merah (opsional)
-
Aksesoris / tambahan hadiah khusus
📌 Tips: Jika ingin terlihat mewah dan berisi, lebih baik banyak jenis isi dengan baki kecil, daripada sedikit isi tapi terlalu besar.
✨ 2. Pilih Warna dan Tema Hiasan
Warna utama dalam sangjit adalah merah dan emas, simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
Namun, Anda tetap bisa menambahkan sentuhan personal seperti:
-
Warna pastel lembut (peach, blush pink) untuk tampilan modern
-
Warna deep maroon atau navy untuk nuansa elegan
-
Tambahan motif oriental seperti naga, bunga peony, atau batik peranakan
Hiasan umum yang digunakan:
-
Pita satin emas/merah
-
Bunga artificial (peony, mawar, anggrek)
-
Kertas tisu / shredded paper warna merah
-
Kain tule / tile transparan untuk penutup
-
Lampion kecil atau gantungan koin emas
📌 Tips: Gunakan tema yang senada untuk semua baki agar terlihat harmonis di foto.
✨ 3. Gunakan Baki Transparan atau Box Akrilik
Untuk tampilan modern, banyak keluarga menggunakan:
-
Baki akrilik dengan tutup transparan
-
Kotak kayu kaca dengan ukiran nama pasangan
-
Tray logam mewah berwarna emas atau hitam doff
Fungsinya bukan hanya estetika, tapi juga menjaga isi tetap bersih, higienis, dan mudah dibawa.
📌 Tips: Pastikan ukurannya pas agar isi tidak terlalu penuh ataupun terlalu kosong (balance visual sangat penting).
✨ 4. Susun Isi Seserahan Berdasarkan Makna
Urutan dalam penyusunan seserahan bukan sekadar asal-asalan. Setiap item bisa ditempatkan berdasarkan makna dan “urutan prioritas simbolik”:
Urutan yang umum dan disarankan:
-
Baki uang dan perhiasan – ditempatkan di depan, sebagai simbol komitmen dan kehormatan
-
Makanan & buah-buahan – simbol rezeki dan kesehatan
-
Pakaian, sepatu, kosmetik – simbol kesiapan & keanggunan
-
Manisan dan sirup – penutup di belakang sebagai simbol kemanisan hubungan
📌 Tips: Jika membuat nama pada baki (misalnya: “Perhiasan untuk Calon Istri”), gunakan font elegan dan warna senada.
✨ 5. Pertimbangkan Praktikalitas (Mudah Dibawa & Disusun)
Ingat, baki seserahan akan dibawa oleh para pembawa baki wanita dari keluarga pria. Maka pastikan:
-
Tidak terlalu berat (misal, kue besar + kaleng berat dalam satu baki)
-
Tidak terlalu tinggi (agar tidak goyang saat dibawa)
-
Diberi handle atau pegangan jika perlu
📌 Tips: Latih susunan dan pembawa baki sehari sebelumnya agar tidak canggung.
✨ 6. Pastikan Semua Isi dalam Keadaan Terbaik
Hal yang sering terlewat dalam persiapan sangjit adalah:
-
Buah-buahan harus segar dan mengkilap (biasanya dipoles sedikit dengan minyak)
-
Kue harus baru dan tidak mudah hancur
-
Makanan kaleng dicek tanggal kadaluarsanya
-
Perhiasan dan uang disusun rapi, tidak asal masukkan
📌 Tips: Gunakan kotak perhiasan khusus, amplop merah, dan pouch beludru agar tampil mewah dan rapi.
✨ 7. Koordinasi dengan Keluarga Wanita untuk Item Balasan
Dalam adat sangjit, keluarga wanita akan mengembalikan sebagian isi seserahan sebagai simbol balasan dan penghargaan. Maka:
-
Konsultasikan dulu isi baki mana saja yang akan dikembalikan (biasanya buah, kue, makanan kaleng)
-
Bawa baki atau wadah kosong tambahan khusus untuk pengembalian
-
Bisa siapkan mini hampers atau oleh-oleh kecil sebagai tanda terima kasih dari pihak wanita ke pihak pria
📌 Tips: Siapkan list isi seserahan + list item kembalian untuk menghindari kebingungan.
✨ 8. Tambahkan Label atau Deskripsi Elegan
Untuk acara yang lebih formal dan dokumentatif, Anda bisa menambahkan:
-
Label kecil di tiap baki (contoh: “Seserahan Buah”, “Manisan Pernikahan”, “Perhiasan untuk Pengantin Wanita”)
-
Bisa juga tulis kutipan Tionghoa kuno atau doa kebahagiaan
📌 Tips: Gunakan bahan stiker transparan, akrilik tipis, atau kertas fancy gold foil untuk hasil mewah.
✨ 9. Siapkan Check-List Final sebelum Hari H
Checklist sangat membantu memastikan semua aman:
-
Semua baki sudah lengkap dan ditutup rapi
-
Tertulis dengan urutan sesuai rundown
-
Pembawa baki sudah ditentukan dan dilatih
-
Transportasi untuk baki sudah disiapkan
-
Koordinasi dengan pihak wanita selesai
-
Sudah didokumentasikan oleh fotografer
✨ 10. Bonus: Tambahkan Personal Touch
Untuk membuat prosesi lebih intimate dan tak terlupakan, Anda bisa menambahkan hal-hal kecil seperti:
-
Gantungan nama calon pengantin pada masing-masing baki
-
Inisial pasangan di sisi box
-
Surat cinta singkat atau ucapan tulus di baki utama
-
Gunakan aksen dekorasi dari kota kelahiran pasangan atau simbol hubungan kalian
Kesimpulan: Seserahan Wajib Dalam Sangjit
Penyusunan seserahan sangjit bukan hanya urusan teknis dan tampilan visual. Ia adalah simbol dari kesiapan, cinta, dan niat baik dua keluarga untuk saling menerima. Dengan sentuhan dekorasi yang tepat, penataan yang rapi, dan pemahaman terhadap maknanya, sesi sangjit Anda akan menjadi momen yang tak hanya indah dilihat—tapi juga dalam maknanya.
Jika Anda butuh template checklist sangjit dalam bentuk file cetak, ide vendor seserahan terbaik, atau ingin dikembangkan jadi panduan booklet, saya siap bantu. Selamat mempersiapkan hari yang penuh berkah dan cinta! 💕
Penutup: Sangjit Bukan Sekadar Formalitas
Sangjit bukanlah sekadar ajang tukar kado. Ia adalah warisan budaya yang menyatukan dua keluarga, dua generasi, dua nilai dalam satu tujuan: membangun rumah tangga yang harmonis.
Setiap Seserahan Wajib Dalam Sangjit yang dibawa memiliki makna. Ia bukan hanya barang, tapi simbol. Ia bukan hanya pemberian, tapi juga pengingat: bahwa pernikahan bukan sekadar cinta, tapi juga tentang tanggung jawab, penghormatan, dan komitmen.
Maka, ketika kamu mempersiapkan sangjitmu nanti, jangan hanya fokus pada kemewahan tampilannya. Pahami maknanya, hayati prosesnya, dan rayakan momen itu bersama orang-orang terdekat.
Semoga pernikahanmu kelak diawali dengan niat yang tulus, restu keluarga, dan seserahan penuh berkah. Semoga artikel Seserahan Wajib Dalam Sangjit ini dalam bermanfaat ya Brides. Gong Xi Fa Cai!
Tambah komentar